27
Nov
09

Teknik Dasar Fotografi Digital (bag 1) : Shutter Speed


Kali ini Om Digit ingin berbagi beberapa hal yang Om tahu tentang fotografi. Belum lama memang Om Digit kenal dengan dunia fotografi ini. Tulisan ini juga  untuk menjawab beberapa pertanyaan teman-teman yang sebelumnya menginginkan untuk dijelaskan Teknik Dasar Fotografi mulai dari nol. Berikut Om rangkum dari beberapa sumber tertulis yang Om punya (maklum, gak jago nulis). Langsung saja ke bagian pertama.

Teknik Dasar Fotografi Digital (Bagian I) : Shutter Speed

Berkembangnya ilmu dan teknologi. Membawa pula perkembangan bagi dunia fotografi. Yang kemudian mengantarnya pada era digital. Ya…yang dulu Analog (menggunakan media film), sekarang berkembang menjadi Fotografi Digital. Fotografi digital memudahkan kita memahami dunia fotografi, hasil jepretan langsung bisa di review melalui jendela LCD, sehingga kita bisa mengevaluasi hasil jepretan, karena data teknis yg berkaitan dengan Jepretan tadi terlihat dan terekam, berbeda dengan Fotografi Konvensional, dimana kita harus mencetaknya dulu baru dapat melihat, me-review dan mengevaluasi hasil jeperetan, data teknis-nya pun kita harus mencatatnya terlebih dahulu, sehingga butuh banyak biaya dan waktu yg terbuang untuk bisa memperbaiki kemampuan fotografi kita.

Seni Fotografi digital bisa diibaratkan sebagai melukis dengan cahaya, dalam hal ini kamera dan Lensa yang menggantikan peran kuas dan cat. Ada dua hal yg memegang peranan terpenting dalam kamera dan lensa, yaitu Shutter Speed dan Aperture.
Shutter Speed adalah lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS ato CCD pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional. Pada Kemera tertera angka-angka 250,125,60,30,15 dst. Ini berarti lamanya penyinaran adalah 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst.
Semakin besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan, hal ini akan menciptakan efek diam (freeze), misalnya kita akan memotret objek yg sedang bergerak, misal mobil, dengan efek diam, kita memerlukan setidaknya shutter speed diatas 1/125 detik.
Sebaliknya bila kita akan memotret objek tersebut dengan efek bergerak, maka dibutuhkan shutter speed kurang dari 1/125 detik, sebaiknya dilakukan dengan cara mengikuti arah gerak objek, hal ini disebut teknik panning.
Dua hal diatas tergantung juga dari kecepatan objek tersebut bergerak, semakin cepat objek bergerak, berarti semakin tinggi shutter speed yg dibutuhkan agar memperoleh efek diam atau bergerak yang kita inginkan, Perlu diperhatikan, semakin rendah shutter speed, akan mengakibatkan semakin besar juga kemungkinan terjadinya camera shaking, yg akan mengakibatkan hasil jepretan menjadi goyang dan tidak tajam.
Agar aman, gunakan shutter speed diatas 30 atau 1/30 detik, kalo memang menginginkan shutter speed lebih rendah, misal 1/15 detik, 1/8 detik atau yg lebih rendah, gunakan gunakan penyangga ato tripod
Setelah Shutter Speed, Bagian kedua artikel ini akan dibahas di post berikutnya. Tunggu saja.

Semoga bermanfaat. Salam Om Digit.

Iklan

3 Responses to “Teknik Dasar Fotografi Digital (bag 1) : Shutter Speed”


  1. 1 kurnianza
    28 November 2009 pukul 12:32 pm

    sip ……. semoga bermanfaat om digit……salam bloger sejati

  2. 29 Desember 2009 pukul 4:36 pm

    Wahhhhh…. Masih Update juga blog ini yak?? sampe sekarang masih jd bahan yang heboh.
    Salut…
    btw. Kalo temen-temen semua butuh info mengenai digital bisa dilanjut ke http://www.updatedigital.cz.cc/ atau info komputer software, dan hardware bisa dilanjut ke http://www.reztamada.co.cc/

    thank’s.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: