Archive for the 'Fotografi' Category

27
Nov
09

Teknik Dasar Fotografi Digital (bag 1) : Shutter Speed

Kali ini Om Digit ingin berbagi beberapa hal yang Om tahu tentang fotografi. Belum lama memang Om Digit kenal dengan dunia fotografi ini. Tulisan ini juga  untuk menjawab beberapa pertanyaan teman-teman yang sebelumnya menginginkan untuk dijelaskan Teknik Dasar Fotografi mulai dari nol. Berikut Om rangkum dari beberapa sumber tertulis yang Om punya (maklum, gak jago nulis). Langsung saja ke bagian pertama.

Lanjutkan membaca ‘Teknik Dasar Fotografi Digital (bag 1) : Shutter Speed’

27
Nov
09

Printer Canon Pixma MP496 & MP276

Canon Pixma MP496 dan MP276

Kabar hangat untuk para Canonian yang lagi cari printer. Om Digit ada sedikit reverensi untuk kalian. Baru-baru ini, Canon kembali menegaskan kehadirannya sebagai penguasa printer inkjet di Tanah Air. Kendati Canon menguasai di segmen printer inkjet singlefunction, vendor tersebut tetap serius menggarap pangsa pasar printer multifunction, dengan meluncurkan jajaran printer terbaiknya yang multifungsi.

Dua diantara dari printer multifunction tersebut adalah, Pixma MP496 dan MP276. Keduanya merupakan alat print dengan kualitas tinggi, tapi dipatok dengan harga cukup terjangkau untuk kelas printer multifungsi.

Lanjutkan membaca ‘Printer Canon Pixma MP496 & MP276’

25
Nov
09

Canon 500D atau Nikon D5000, Pilih Mana?

Menjawab pertanyaan teman-teman. Om Digit mencoba menyuguhkan komparasi kedua kamera dari merek yang berbeda, Canon EOS 500D dengan Nikon D5000. Sudah lama memang peluncurannya ke pasaran. Namun ada beberapa teman yang masih saja menanyakan tentang “bagus mana Canon EOS 500D dengan Nikon D5000″…?? Berikut Om Digit sengaja sajikan, walau terkesan basi. Namun semoga berguna bagi yang beberapa waktu lalu menanyakan perihal kedua kamera ini. Simak penjelasannya berikut.
Lanjutkan membaca ‘Canon 500D atau Nikon D5000, Pilih Mana?’

24
Nov
09

Memilih merek kamera digital SLR

Menjawab pertanyaan teman-teman. Tentang merek kamera yang memerlukan pertimbangan matang untuk memilihnya. Tidak seperti membeli barang elektronik lainnya, seperti kamera saku, membeli kamera digital SLR memerlukan pertimbangan ekstra. Sebabnya karena membeli kamera dSLR seperti membeli sistem bukan hanya badan kamera. Sistem ini termasuk kamera, lensa, flash dan aksesoris lainnya. Lanjutkan membaca ‘Memilih merek kamera digital SLR’

24
Nov
09

Teknik menggunakan lampu kilat/Flash Light/ speed Light eksternal

Sedikit berdasarkan pengetahuan Om Digit. Ada beberapa teknik pengunaan lampu kilat yaitu bounce flash, diffuse flash, direct flash, off camera flash.

Teknik bounce flash (pantul)
Tujuan mengunakan teknik ini adalah untuk memantulkan cahaya dari flash ke permukaan yang lebih besar seperti langit-langit atau dinding. Dengan memantulkan cahaya dari flash, maka cahaya ruangan yang ada menjadi lebih merata dan halus. Teknik ini baik digunakan di dalam ruangan dengan langit-langit yang tidak terlalu tinggi.

Teknik Diffuse Light (menyebarkan cahaya)
Tujuannya sama dengan bounce yaitu membuat cahaya lebih merata dan halus. Teknik ini bisa dicapai dengan mengunakan aksesori seperti Gari Fong lightsphere atau stofen omnibounce. Dengan salah satu aksesori ini, kita bisa menyebarkan cahaya ke seluruh arah. Teknik ini baik digunakan di dalam ruangan yang relatif kecil. Lanjutkan membaca ‘Teknik menggunakan lampu kilat/Flash Light/ speed Light eksternal’

24
Nov
09

Menerjemahkan kode lensa digital SLR

Saat kita baru masuk ke dunia kamera DSLR salah satu yang cukup membingungkan adalah menerjemahkan arti dari lensa. Berikut ini Om Digit mencoba menjelaskan berbagai model lensa dan artinya.

Canon EF-S 18-55 mm f/3.5-5.6 IS

Lensa zoom ini biasanya dipaket saat membeli kamera DSLR Canon untuk pemula seperti Canon 1000D, 450D, 500D

Canon EF-S : artinya model lensa yang dirancang khusus untuk kamera DSLR dengan sensor krop/kecil (relatif dengan kamera film (full frame). Lensa ini tidak bisa digunakan untuk dipasang di DSLR kamera full frame seperti Canon 5D atau Canon 1Ds. Lanjutkan membaca ‘Menerjemahkan kode lensa digital SLR’

22
Nov
09

Canon Lengkapi Camcoder HD Terbaru

JAKARTA – Canon kembali memperkuat jajaran camcoder dengan kualitas high defintion (HD) dengan meluncurkan dua seri terbaru, yaitu Canon Legria HFS11 dan Legria HF21.

Dua camcoder anyar Canon ini ditujukan kepad a pengguna yang biasa menggunakan alat rekam dengan kondisi dan pencahayaan yang tak menentu. Di Legria HFS11 dan HF21 disematkan fitur night scene mode, yang mampu menyempurnakan gambar yang direkam pada kondisi malam dan cahaya yang kontras. Lanjutkan membaca ‘Canon Lengkapi Camcoder HD Terbaru’

22
Nov
09

Canon EOS 7D, Kamera DSLR dengan Prosesor Dual DIGIC 4

TOKYO – Canon kembali memanjakan pencinta fotografi dengan menghadirkan kamera DSLR Canon EOS 7D. Kehadiran kamera ini dilatarbelakangi kebutuhan para pehobi foto dan profesional untuk kamera berkualitas tinggi.

Kamera Canon EOS 7D dihadirkan dengan sensor CMOS beresolusi 18 Megapixel. Resolusi sebesar itu mampu menghasilkan foto memiliki detil dan ketajaman tinggi. Fitur lainnya yang ditambahkan adalah keleluasaan bagi penggunanya untuk melakukan cropping pada bagian-bagian tertentu dan mencetak dalam ukuran besar.

Tingginya resolusi dengan teknologi konversi analog ke digital sedalam 14 bit tidak membuat kamera ini menjadi lambat. Dengan dipersenjatai Lanjutkan membaca ‘Canon EOS 7D, Kamera DSLR dengan Prosesor Dual DIGIC 4’

22
Nov
09

Canon EOS-1D Mark IV, dan Kehebatannya

JAKARTA – Tak lama lagi Canon akan menjawab kebutuhan para fotografer profesional akan kamera DSLR yang dapat memotret dengan kecepatan tinggi dalam kondisi pencahayaan rendah,melalui produk teranyarnya, yaitu Canon EOS-1D Mark IV.

Ada beberapa fitur andalan yang disajikan EOS-1D yang rencananya akan dirilis pada Desember 2009 mendatang. Berikut peningkatan tersebut,

Peningkatan Piksel dan Kecepatan
Fitur sensor CMOS beresolusi 16.1 megapiksel (APS-H) dengan struktur microlens unggulan menghasilkan kualitas gambar yang mengagumkan dan warna yang alami. Kamera ini bekerja dengan prosesor. ganda Dual “DIGIC 4”. Kedua prosesor ini bekerja maksimal saat pengguna memotret menggunakan resolusi penuh dengan kecepatan tertinggi (10fps hingga 85 gambar JPEG berturut-turut). Lanjutkan membaca ‘Canon EOS-1D Mark IV, dan Kehebatannya’

20
Nov
09

Bagaimana supaya foto tidak blur

Biasanya, kesalahan fotografer pemula adalah salah memperhitungkan shutter speed (kecepatan rana) sehingga foto menjadi blur.
Ada dua faktor utama yang membuat foto menjadi blur
Pertama adalah setting kecepatan rana Anda terlalu lambat dibandingkan dengan rentang lensa (focal length) lensa Anda. Pada umumnya, supaya foto Anda tidak blur akibat getaran tangan kita, rumusnya adalah 1 / rentang fokal lensa. Contoh, bila Anda mengambil foto dalam rentang fokal 100mm, maka Anda memerlukan kecepatan rana 1/100.
Rumus ini berlaku bila Anda mengunakan kamera full frame sensor. Untuk kamera Digital SLR yang ada dipasar, sebagian besar mengunakan sensor yang lebih kecil. Sensor ini bervariasi antara kamera yang satu dengan yang lain. Tetapi pada umumnya Canon mengunakan 1.6X, Nikon, Sony, Pentax mengunakan 1.5X dan Olympus mengunakan 2X. Dengan adanya variasi tersebut, maka perhitungannya menjadi sedikit lebih rumit.
Kembali ke contoh awal dimana Anda memutuskan mengunakan rentang fokal 100mm di kamera Canon Rebel yang mengunakan 1.6X jadinya minimal Anda harus mengunakan 1/160 untuk mencegah blur. (Didapatkan dari 100mm X 1.6).
Mengapa semakin besar rentang fokalnya, Anda harus mengunakan kecepatan rana yang lebih cepat? hal ini dikarenakan semakin besar rentang fokal, maka semakin sensitif sensor dalam menangkap getaran. Lanjutkan membaca ‘Bagaimana supaya foto tidak blur’

20
Nov
09

Mengenal Jenis jenis lensa dalam fotografi

Lensa terbagi dalam beberapa jenis berdasarkan focal length / rentang lensa.

Lensa Prime atau Fixed focal length
Prime lens adalah lensa yang hanya memiliki satu rentang fokal sehingga tidak bisa zoom. Lensa prime terkenal untuk potret, kegiatan olahraga dan lain-lain. Beberapa lensa prime yang sering terkenal dan sering digunakan yaitu 50mm, 85mm, 135mm, dan 300mm. Perbedaan antara lensa prime dengan lensa zoom dapat dibaca disini.

Lensa Standard Zoom
Lensa ini disering disebut juga lensa jalan-jalan. Lensa ini biasanya mempunyai rentang fokal antara 16-85mm. Rentang fokal ini sangat fleksibel dan 80% dari foto Anda kemungkinan di jepret mengunakan lensa ini. Contoh: Canon 18-55mm f/3.5-5.6 IS, Nikon 18-55mm f/3.5-5.6 VR, Nikon 16-85mm f/3.5-5.6 VR, Pentax 16-50mm f/2.8 dan sebagainya. Lanjutkan membaca ‘Mengenal Jenis jenis lensa dalam fotografi’

20
Nov
09

Alternatif lensa makro ekonomis dari Tamron

Terobosan baru dilakukan oleh produsen lensa Tamron dengan meluncurkan lensa makro dengan bukaan ekstra besar, bernama SP AF60mm f/2 Di II LD (IF) MACRO 1:1 yang punya bobot cukup ringan, 400 gram saja. Lensa 1:1 yang didesain untuk DSLR APS-C ini punya tiga tipe mounting yaitu mounting Canon, Nikon (ada motornya) dan Sony. Keunggulan utama lensa ekonomis ini tentu adalah bukaan maksimalnya yang ekstra besar yaitu f/2.0 atau satu stop lebih besar dari pesaing yang umumnya di f/2.8 sehingga cocok dipakai di saat low light.

Berikut fitur lensa Tamron 60mm f/2.0 ini dikutip dari siaran persnya : Lanjutkan membaca ‘Alternatif lensa makro ekonomis dari Tamron’

20
Nov
09

Canon PowerShot A480, si Tajam Supermakro


Inilah model paling bawah – dan juga paling murah – di jajaran kamera digital kompak Canon. Namun jangan buru-buru menghakiminya sebagai produk murahan, kendati casing-nya yang hitam memang terkesan kurang berkelas, dan bentuknya yang semi kotak tidak terlalu menarik. O ya, selain warna hitam yang kami coba, PowerShot A480 ini tersedia dalam warna merah, biru, dan silver.
Jika dibandingkan pendahulunya, PowerShot A470, fisik kamera ini 25% lebih kecil. Namun sensornya lebih besar (10 megapixel vs. 7,1 megapixel). Tata letak tombolnya pun kini lebih sederhana. Spesifikasi istimewa di sini adalah moda supermakro 1cm, pilihan 15 moda bidik dan Face Detection, Motion Detection, dan Automatic Red-Eye Correction. Lanjutkan membaca ‘Canon PowerShot A480, si Tajam Supermakro’

19
Nov
09

Ember untuk Cetak Foto Itu Kini Hijau

Masih ingat printer foto portabel besutan Canon yang berbentuk ember dengan warna kuning sepenuhnya? Kini warnanya lebih segar, yakni hijau muda.

Namun, bentuknya tetap serupa ember lengkap dengan pegangan. Bagian bawah merupakan wadah yang bisa diisi dengan kertas foto yang menyatu, baik dengan tinta printer maupun baterai printer. Sementara itu, bagian atas ember adalah printer foto portabel Canon Selphy CP790.

Fitur baru di “ember” pencetak foto ini adalah Creative Print. “Inilah satu-satunya yang dilengkapi dengan pilihan gambar beragam bingkai, photo diary, multiple layout, sampai pemilihan warna latar belakang dan gambar yang menarik,” kata Angel selaku Marketing Executive PT Datascrip dalam acara peluncuran tiga printer foto portabel Canon di Jakarta. Lanjutkan membaca ‘Ember untuk Cetak Foto Itu Kini Hijau’

19
Nov
09

Fitur kamera apa yang penting?

Banyak produsen menjejalkan banyak fitur dalam kamera DLSR dan kompak kamera. Mereka melakukan itu untuk mengatasi pesaing dan bagian dari itu untuk tujuan pemasaran. Beberapa fitur yang penting, ada juga yang tidak berguna seperti yang kita pikir. Saya akan membahas yang fitur yang penting bagi Anda untuk dipertimbangkan sebelum Anda membeli kamera Anda.

Resolusi gambar

Jumlah megapiksel meningkat secara signifikan sekitar 2007-2008. Pada tahun 2006, sebagian besar kamera mempunyai enam megapiksel resolusi, sekarang, rata-rata di pasar kamera telah 12-15 megapiksel. Khas kamera DSLR full frame memiliki 24 megapiksel resolusi.

Untuk mencetak 5X7 “foto atau lebih kecil, 3 megapiksel gambar memadai, jika Anda perlu untuk mencetak 8X10, 6 megapiksel cukup baik.

Resolusi terlalu tinggi, juga bisa membuat gambar yang Anda ambil menjadi mudah menjadi kabur/blur. Untuk itu diperlukan setting kecepatan rana (shutter speed) sebagai kompensasi. [Baca: Supaya foto tidak blur]

Jadi, sementara lebih megapiksel yang baik, tapi terlalu banyak megapiksel di sensor ukuran yang sama bisa menjadi masalah. Kualitas gambar akan memburuk (karena adanya bintik2 atau disebut juga noise) ketika Anda tembak di setting ISO tinggi. Gambar ber-resolusi juga menghabiskan ruang penyimpanan Anda.

Kepentingan: 6 / 10 Lanjutkan membaca ‘Fitur kamera apa yang penting?’

19
Nov
09

Sekilas Teknik Fotografi

ajari aku fotografi dong?
Kita kenali dulu toolnya . Apalagi kalau bukan kamera. Kamera bertugas utk mengumpulkan cahaya yang masuk. Cara kerjanya , cahaya yg dipantulkan obyek masuk melalui lensa , melewati gerbang (shutter) lalu direkam ke bentuk data oleh sensor/film. Kebayang kan? utk mengatur jumlah cahaya yg masuk kita harus meng-configure bbrp elemen:

  • Aperture .. ini bukaan lensa. makin lebar dibuka , makin bnyk cahaya yg bisa masuk ..logis kan?
  • Shutter .. seperti saya bilang diatas ini ibarat gerbang. begitu gerbang dibuka , cahaya akan masuk ke sensor/film. jadi jgn dibuka lama2 , secukupnya saja . durasi bukaan shutter ini dikenal juga sebagai Shutter Speed.
  • ISO/ASA .. cahaya akhirnya sampai di sensor/film. ISO/ASA ini menentukan seberapa kuat sensor bekerja utk merekam cahaya. makin besar ISO/ASA rating..makin bnyk cahaya yang terekam

lalu bagaimana kita tahu berapa bnyk cahaya yg dibutuhkan ? Lanjutkan membaca ‘Sekilas Teknik Fotografi’

19
Nov
09

Daya tarik si titik merah (Leica)

Tanggal 9 September 2009 kemarin, si titik merah (Leica) meluncurkan dua kamera canggih baru. Kamera kamera itu adalah Leica M9 dan kamera ringkas Leica X1. Leica M9 adalah kamera digital rangefinder (bukan SLR), artinya, fotografer tidak melihat subjek langsung dari lensa, tapi melalui ruang bidik terpisah.

Sebagai akibatnya kamera bisa dirancang lebih kecil daripada kamera digital SLR yang mengunakan cermin atau prisma untuk ruang bidiknya. Ukuran kamera yang kecil dan ringan lebih ringan lebih cocok dibawa untuk jalan-jalan atau hiking. Selain itu, suara pemantik gambar juga lebih halus sehingga tidak menarik perhatian orang-orang yang di foto. Maka dari itu Leica dari jaman dahulu, terkenal di kalangan fotografer jalanan (street photographer) dan pewarta foto (fotojurnalis). Kualitas kamera Leica pun bisa dibilang sangat baik. Material logam yang dipilih berkualitas tinggi. Perakitan kamera pun dilakukan dengan presisi tinggi. Konon perakitan satu kamera diperlukan waktu tujuh jam.

Harga kamera Leica dan lensa-lensanya luar biasa mahal. Leica M9 misalnya harganya US$6999, lensanya rata-rata berharga ribuan dolar. Ketika revolusi digital dalam fotografi, memang Leica agak ketinggalan dalam riset, akibatnya, kualitas gambar Leica (M8 dan sebelumnya) tidak bisa dibilang baik dibandingkan dengan kualitas gambar kamera digital SLR terutama di situasi cahaya yang gelap. Sehingga banyak profesional  pindah dari Leica ke kamera digital SLR. Lanjutkan membaca ‘Daya tarik si titik merah (Leica)’

19
Nov
09

Virus Facebook : Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga lalu Digigit Anjing

***Sebuah virus komputer yang memanfaatkan popularitas Facebook membuat korbannya bagai pepatah: sudah jatuh, tertimpa tangga dan digigit anjing pula. Seperti apa virus itu? Simak analisa Vaksincom berikut ini.

Apapun aplikasi yang paling populer akan menarik perhatian orang, baik yang beritikad baik maupun yang beritikad buruk. Ambil contoh virus PC yang mayoritas mengganas di OS Windows karena memang OS tersebut yang paling populer.

Contoh lain adalah virus ponsel dimana notabene saat ini ponsel yang paling menjadi incaran virus adalah ponsel dengan OS Symbian, alasannya jelas, karena ponsel dengan OS Symbian merupakan market leader di dunia ponsel. Lanjutkan membaca ‘Virus Facebook : Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga lalu Digigit Anjing’

19
Nov
09

EOS 1D Mark IV, Kamera ‘Ampuh’ Canon

*** Canon akan meluncurkan sebuah kamera DSLR papan atasnya. Sebuah seri lanjutan EOS 1D, yakni 1D Mark IV.

Canon EOS 1D Mark IV adalah seri 1D Mark terbaru yang kini dibekali dual DIGIC 4 processor. Selain itu kamera ini berfitur:  APS-H CMOS sensor dengan 45-point Auto Focus (AF) system yang baru.

Kamera yang memiliki resolusi sebesar 16.1 MP ini diklaim ‘ampuh’ karena mengusung kemampuan dual DIGIC 4 prosesor dikombinasikan dengan ketajaman dari sensor CMOS. Alhasil kamera ini mampu ‘melihat’ secara jelas dalam keadaan minim cahaya sekalipun.

Acara peluncuran Canon EOS 1D MArk IV tersebut bakal diadakan di gedung Datascript, Kemayoran Jakarta Pusat, petang nanti.
Seperti apa keunggulan performa lainnya? Nantikan selengkapnya di Tentang Digital! (j-red)

19
Nov
09

Pilihan lensa ekonomis untuk DSLR pemula

Canon L series lens

***Banjirnya produk DSLR pemula (entry level) telah membawa perubahan pada segmentasi pembeli kamera digital. Bila dahulu mereka yang punya DSLR kebanyakan adalah para fotografer yang sudah punya koleksi lensa lama, maka kini banyak pemilik DSLR (pemula) yang baru pertama kali bergabung di dunia DSLR. Dengan demikian, umumnya kelompok ini barulah berkenalan dengan satu macam lensa, yaitu lensa kit yang disediakan dalam paket penjualan. Kalaupun sedang berencana membeli DSLR, adakalanya mereka bingung apakah akan membeli DSLR plus lensa kit ataukah DSLR body-only.

***Sebelum membahas lebih jauh, kami luruskan dahulu Lanjutkan membaca ‘Pilihan lensa ekonomis untuk DSLR pemula’